THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 24 Februari 2011

DZIKRULLAH

Dzikrullah adalah amalan yang utama, memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah –subhanahu wa ta’ala-, dan sangat besar pahalanya. Dzikrullah merupakan perkara yang paling agung yang Allah perintahkan dalam Al-qur’an dan melalui lisan Rosul-Nya. Dan Allah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi pelakunya.
Bahkan dzikrullah adalah sebaik-baik amal di sisi Allah . abu darda berkata, Rasulullah bersabda :
“maukah kalian aku beritahu amalan yang terbaik, paling suci di sisi rajamu (Allah –subhanahu wa ta’ala-), paling dapat mengangkat derajat kalian dan lebih baik bagi kalian dari pada berinfaq dengan gunung emas dan perak serta lebih baik bagi kalian dari pada menyerbu musuh lalu kalian meninggalkan leher mereka dan mereka memenggal leher kalian ?” para sahabat menjawab : “tentu wahai Rasulullah.” Beliau melanjutkan: “yaitu dzikir kepada Allah –subhanahu wa ta’ala-.” (H.R. At-Tirmidzi/2374, Ibnu Majah/3790)

Rutin mengamalkan dzikrullah merupakan amal yang paling utama dan paling disukai Allah. Karena hakikatnya adalah mengisi waktu dan umur dengan mengingat Allah. Dan termasuk salah satu jenis jihad yang membuahkan takwa bagi pelakunya dan menjauhkannya dari fitnah-fitnah, syahwat dan nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan.
Beberapa perkara yang dapat membantu kita agar banyak berdzikir:
Mengetahui pahala yang Allah janjikan bagi orang-orang yang banyak berdzikir
Selalu membayangkan surga dan neraka dalam benaknya
Menghadirkan kebersamaan Allah, bahwasanya Dia senantiasa melihatmu dan mendengar ucapanmu
Menghadirkan di dalam hati bahwa dzikrullah akan menjadi pelindung dari setan yang senantiasa mengganggu manusia selama hayat dikandung badan
Mengetahui bahwa dzikir menjadi pengganti dari banyak ibadah dan menutupi kekurangannya
Memahami bahwa dzikir merupakan ibadah yang paling ringan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, paling sedikit membutuhkan energi dan tidak perlu mengeluarkan harta
Memahami bahwa dzikir dapat membantu seseorang dalam menunaikan ibadah yang lain, disamping dzikir itu sendiri juga termasuk ibadah
Beberapa perkara yang perlu diperhatikan berkaitan dengan dzikrullah:
Perbanyaklah dzikir dalam setiap keadaan
Dzikir menutup kekurangan dalam ibadah lainnya dan termasuk perkara yang menjadikan seorang muslim senantiasa bersama Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab:41-42)
Aisyah –rodiyallahuanha- berkata:”Rosulullah –sholallahu ‘alaihi wa salam- senantiasa berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan” (HR. Muslim/3730)
Yakni dalam keadaan berdiri , duduk , ataupun berbaring . dalamsetiap waktudan keadaan kecuali ketika buang hajat .
Memadukan antara dzikir dengan hati, lisan dan anggota badan
Dzikir dengan hati yaitu menghadirlan kebersamaan Allah, pengawasan, keagungan, kemuliaan, dan kedekatan-Nya. Melafadzkan dzikir dengan lisan. Dzikir anggota badan yaitu dengan mengamalkan segala bentuk ketaatan kepada Allah.
Merendahkan suara
Ketika Rosulullah –sholallahu’alaihi wa salam- menyaksikan para sahabat beliau mengangkat suara mereka membaca takbir dalam sebuah perjalanan, beliau -sholallahu’alaihi wa salam- bersabda:
“wahai manusia! Tahanlah diri (rendahkanlah suara) kalian, sesungguhnya kalian tidaklah menyeru Dzat yang tuli dan jauh. Sesungguhnya kalian menyeru Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Dzat yang kalian seru lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada leher tunggangannya.” (H.R. Bukhori/6384 dan Muslim/2704 dari Abu Musa)
Jauhi dzikir-dzikir bid’ah
Ini termasuk adab kepada Allah, yakni tidak beribadah kepada-Nya kecualidengan apa yang telah Dia syari’atkan.
Mendahulukan dzikir muqayyad daripada dzikir mutla
Apabila terdapat riwayat dari Nabi –sholallahu’alaihi wa salam- tentang dzikir tertentu pada tempat, keadaan atau waktu tertentu, maka dalam keadaan seperti itu dzikir tersebut lebih utama dari dzikir-dzikir yang lain
Perbanyak dzikir-dzikir yang ma’tsur (ada riwayatnya dari osulullah –shalallahu ‘alaihi wa salam-)
Yaitu dzikir-dzikir yang shohih dari Rosulullah-sholallahu’alaihi wa salam- lebih banyak daripada yang selainnya. Karena ini termasuk ittiba’ (mengikuti) sunnah beliau –sholallahu’alaihi wa salam-.

0 komentar: